Pemerintah saat ini telah menetapkan sebanyak 132 rumah sakit rujukan untuk membantu menangani kasus COVID-19. Namun, dikarenakan terbatasnya jumlah fasilitas kesehatan dan jumlah tenaga medis, tidak semua orang yang telah merasakan gejala terinfeksi virus Corona langsung dirujuk berobat ke rumah sakit.

Diketahui juga penyakit infeksi virus ini pun bisa sembuh dengan sendirinyadengan melakukan perawatan mandiri di rumah, namun bila gejalanya ringan.

Baca Juga : Mitos Ceputar Virus Corona Yang Penting Untuk DIketahui

Rumah sakit rujukan sendiri memiliki ruangan isolasi dan fasilitas yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan juga untuk menangani kasus yang berat, sehingga rumah sakit rujukan diutamakan bagi penderita yang memang telah terkonfirmasi positif serta mengalami gejala yang sudah parah.

Sesuai dengan protokol yang telah dikeluarkan oleh Kemenkes RI, masyarakat dapat langsung memeriksakan diri ke rumah sakit yang menjadi rujukan abila memiliki dua kondisi seperti berikut:

  • Mengalami demam di atas 37,9o C dan juga disertai gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, pilek, ataupun sakit tenggorokan
  • Pernah kontak langsung dengan orang yang positif COVID-19 atau memiliki riwayat perjalanan atau pernah tinggal di daerah yang endemis COVID-19 (baik di dalam maupun di luar negeri) dalam 14 hari terakhir

Baca Juga : Herbal Yang Bermanfaat Cegah Corona Sedini Mungkin

Apabila memang memenuhi kriteria seperti diatas, dinas kesehatan di kota domisili bisa menjemput dan juga mengantarkan menuju ke fasilitas layanan kesehatan ataupun rumah sakit rujukan.

Sementara itu, jika memiliki riwayat kontak langsung dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 atau pernah berada di daerah endemis corona namun tidak menemukan adanya gejala COVID-19,disarankan untuk segera melakukan isolasi mandiri paling tidak selama 14 hari terhitung setelah melakukan kontak atau juga hari pertama setelah bepergian.

Tinggalkan Balasan