Nuklir menjadi salah satu penemuan terbesar di jaman manusia modern. Nuklir digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti bahan untuk pembangkit listrik. Namun dibalik manfaat yang diberikan bagi kehidupan manusia, nuklir juga bisa berdampak sangat buruk bagi kehidupan manusia jika di gunakan dengan cara yang salah.

Di katakan Nuklir bisa dijadikan bahan untuk membuat senjata pemusnah massal. Efek radiasi pasca ledakan juga bisa berbahaya hingga jangka waktu yang lama. Bisa dibayangkan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh senjata yang terbuat dari Nuklir.

Sebagian besar makluk hidup tidak bisa bertahan dari radiasi nuklir. Namun ada beberapa makluk hidup yang bisa bertahan dari bahayanya radiasi nuklir. Berikut makluk hidup yang mampu bertahan dari efek radiasi Nuklir.

Amoeba

Amoeba merupakan salah satu jenis Protozoa yang termasuk dalam golongan Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). Amoeba bisa berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahapan mitosis. Pembelahan dimulai saat membelahnya inti sel menjadi dua, kemudian diikuti oleh pembelahan sitoplasma.

Pembelahan inti kemudian menimbulkan lekukan yang terlalu dalam yang kemudian lama kelamaan akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. Amoeba memiliki kemampuan untuk bertahan hidup yang luar biasa karena mereka bisa memasuki fase dorman, Amoba mampu membuat dirinya menjadi kristal selama beberapa saat.

Lalat Buah

Siapa sangka lalat buah ternyata mampu bertahan dari efek radiasi Nuklir. Sel tubuh yang sangat pelan ketika melakukan regenerasi membuatnya menjadi tahan banting. Selain itu lalat buah juga sangat cepat melakukan reproduksi. Anakan dari lalat juga akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Kalajengking

Kalajengking juga bisa bertahan dari efek radiasi nuklir yang sangat berbahaya, bahkan efek yang mungkin bisa membuat manusia jadi beku.

Kecoa

Sudah santer terdengar kesaktian dari makluk yang satu ini. Selain menjijikan bagi sebagian orang, kecoa memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Ilmuwan meneliti kemampuan bertahan hidup kecoa dengan memberinya radiasi nuklir. Dan sebuah fakta mengejutkan akhirnya ditemukan. Ternyata kecoa memiliki sel yang meregenerasi dengan proses yang lambat. Dampaknya, radiasi akan sulit untuk mengubah sel dari kecoak, hingga menjadi sangat kecil kemungkinan kecoak mati.

Tardigrade

Dalam lingkungan dengan radiasi nuklir yang sangat tinggi, atau di lingkungan yang panas, dingin, mendidih, hingga pada titik beku tak membuat hewan ini mati. Bahkan saat di katakan mati pun makluk ini bisa kembali lagi hidup. Manusia menjasi tak ada apa-apanya dibanding dengan hewan ini dalam urusan bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan