Ganja Sebagai Obat Medis

Read Time3 Minutes, 3 Seconds

Sejarah Ganja

Ganja sejak lama hingga saat ini cukup hangat dibahas mengenai statusnya. Indonesia termasuk negara yang belum melegalkan ganja.

Ganja disebut juga mariyuana adalah jenis psikotropika yang mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang bisa membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja umumnya dibuat menjadi bentuk rokok untuk dihisap agar efek dari zatnya bereaksi.

Tanaman semusim ini memiliki tinggi yang bisa mencapai 2 meter. Memiliki daun yang menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda . Tanaman ganja memiliki bunga yang kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya bisa tumbuh di pegunungan yang tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter dari atas permukaan laut.

Ganja dikenal menjadi simbol budaya “hippie” yang dulu populer di Amerika Serikat. Budaya tersebut biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu, ganja ataupun opium juga digaungkan oleh masyarakat tertentu sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan oleh negara kapitalis kepada negara berkembang.

Di negara India, sebagian suku Sadu yang menyembah dewa Shiva memakai jenisk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan, dilakukan dengan cara menghisap melalui bong dan minum bhang.

Manfaat kesehatan?

CBD dan Tetrahydrocannabinol (THC) merupakan dua jenis cannabinoid yang ditemukan secara alami dalam resin tanaman ganja.

Obat berbahan kanabis yang disebut Sativex memiliki kandungan THC dan CBD yang telah dilisensikan di Inggris untuk mengobati penyakit MS (multiple sclerosis).

Secara teori dokter bisa menulis resep untuk hal-hal lain di luar kepentingan ini, tapi dengan tingkat risikonya ditanggung sendiri.

Ganja Dalam Dunia Medis

Dalam dunia medis GANJA biasa digunakan dengan cara dihisap, dimakan (biasanya dalam bentuk permen atau cookies), dan di buat sebagai ekstrak cairan. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat dari GANJA bagi kesehatan, berikut daftar beberapa penyakit yang bisa diobati dengan GANJA, seperti yang dikutip dari laman Business Insider, Selasa (26/8/2018).

  1. Mengobati glaukoma. Penggunaan GANJA bisa digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit mata glaukoma, Glukoma ialah penyakit yang meningkatkan tekanan pada bola mata, merusak saraf optik dan menyebabkan hilangnya penglihatan.
  2. Menurunkan kecemasan. Di tahun 2010, para peneliti dari Harvard Medical School menyatakan bahwa beberapa manfaat obat sebenarnya dapat mengurangi kecemasan dan akan memperbaiki mood bagi si perokok dan bertindak sebagai obat penenang namun dalam dosis rendah. dan jika digunakan dalam dosis tinggi bisa meningkatkan rasa cemas dan ketakutan.
  3. Mengatasi gejala Lupus dan kelainan autoimun. GANJA dalam dunia medis bisa digunakan untuk mengobati penyakit autoimun Sistemik Lupus Ertyhematosus. Lupus ialah penyakit yang menyerang dirinya sendiri tanpa alasan yang jelas. Beberapa bahan kimia dalam GANJA tampaknya memiliki efek menenangkan pada sistem kekebalan tubuh yang mungkin membantu mengatasi gejala Lupus.
  4. GANJA bisa melindungi otak setelah terkena stroke. Penelitian dari Universitas Nottingham menunjukkan bahwa GANJA bisa membantu melindungi otak dari kerusakan akibat stroke, dengan mengurangi ukuran area yang terkena dampak stroke. Ini bukanlh satu-satunya penelitian yang menunjukkan efek neuroprotective dari GANJA. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman tersebut bisa membantu melindungi otak setelah kejadian traumatis lainnya, seperti gegar otak.
  5. Memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. salah satu studi yang dipimpin oleh Kim Janda dari Scripps Research Institute menyatakan marijuana mungkin dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Studi tahun 2006, yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics, menemukan bahwa THC, yaitu bahan kimia aktif terkandung dalam GANJA bisa memperlambat pembentukan plak amiloid dengan menghalangi enzim di otak yang membuatnya. Plak ini kemudian membunuh sel otak dan menyebabkan Alzheimer.

Penggunaan ganja sebagai obat ternyata juga bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi pasien berusia lanjut. Mereka biasanya akan mengalami peningkatan detak jantung, penurunan tekanan darah, pusing atau terasa melayan, dan pingsan. Obat ini juga dapat menimbulkan rasa kantuk, perubahan mood, dan tidak nyaman karena terkadang kesadaran hilang.

Pasien juga ada yang melaporkan bibir kering, tidak ingat peristiwa terkini, halusinasi pada yang menggunakan nabilone. Efek ini biasanya dapat diatasi dengan mengurangi dosis obat.

Negara Yang Melegalkan Ganja :

  1. Belanda
  2. Siprus
  3. Meksiko
  4. Kolombia
  5. Spanyol
  6. Peru
  7. Amerika Serikat
  8. Kanada
  9. Israel
  10. Italia
0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close