Kenapa Orang Papua Berkulit Hitam, Mari Kenal Lebih Dekat

Read Time4 Minutes, 23 Seconds

Di berbagai media sekarang sedang viral mengenai permasalahan persekusi yang dialami saudara kita yang bersala dari papua. Tulisan ini saya buat sama sekali tidak bermaksud menyinggung saudara kita yang berasal dari papua. Harapan saya dari tulisan ini agar kita lebih kenal dan ebih kenal dengan saudara kita yang berasal dari papua. Ada pertanyaan yang sering mengemuka, mengapa orang papua berbeda?. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya coba mengulas mengenai asal usul dari orang papua. Karena ada pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”

Dikutip dari Kompasiana, sampai kini belum terungkap dari mana asal-usul dari orang Papua. Hanya karena kulit hitam dan rambut kriting bukan berarti menyebut orang papua berasal dari orang Negro-Afrika. namun jika dilihat dari bahasa yang dipakai banyak menggunakan serapan bahasa Melanesia sehingga banyak yang mengaku nenek moyang mereka adalah orang Melanesia.

Untuk bisa menjawabnya ada tiga pendekatan:

  1. geologis,
  2. antropologis, dan
  3. realistis.

Secara geologis, bumi ini pada awalnya dalam bentuk utuh atau satu, dan dibuktikan dengan adanya masa lempeng tektonik dan zaman es. Nusantara termasuk juga pulau Papua belum berpenghuni.

Saat itu manusia bertebaran hanya dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan darat. Bentuk fisik orang Papua mirip dengan sosok manusia dari Afrika dan bahasa Melanesia.

Menurut teori geologi Lempeng Tektonik, bahwa sekitar 200 juta tahun lalu bumi ini  kompak menyatu dalam bentuk lempengan yang disebut Pangea. Belum seperti waktu sekarang yang dipisahkan oleh samudera dan selat-selat. Hal tersebut dibuktikan oleh para ahli bahwa adanya kesamaan tanah, bebatuan dan fosil di Amerika Selatan dengan yang ada di Afrika Barat. Demikian juga Tanah Papua (Papua dan PNG) masuk dalam lempeng Indo-Australia dan menyatu dengan Australia.

Bukti lain bahwa bersatunya daratan Nusantara ialah dengan ditemukan  Garis Wallace yang memisahkan habitat hewan Asia dan Australia. Bagian barat Nusantara (Sumatera, Kalimantan, dan Jawa) memiliki hewan yang sama dengan spesies Asia atau disebut Paparan Sunda, sedangkan spesies hewan yang ada di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sangat mirip dengan hewan yang ada di Australia atau di sebut Paparan Sahul.  

Satu daratan inilah yang memudahkan manusia pertama Homo erectusmelakukan melakukan perjalanan. Terjadi pada 180 juta yang lalu, dari Afrika berimigrasi secara besar-besaran ke berbagai penjuruh bumi antara lain ke Eropa, Asia Tengah, India, bahkan menyusuri wilayah selatan ke Asia Tenggara hingga ada yang memilih betempat tinggal di Paparan Sunda (Sunda Shelf) atau bagian barat Nusantara yaitu Sumatera, Kalimantan, dan pulau Jawa. 

Sedangkan yang lainnya terus menyuri bagian selatan hingga tiba di Paparan Sahul (Sahul Shelf) yakni pulau Sulawesi, Flores, Maluku, dan berakhir di Indo-Australia yaitu Australia dan Papua sekarang. 

Di pemukiman baru mereka berusaha beradaptasi untuk bisa bertahan hidup selama 1,5 juta tahun dengan berburu, membuat api, berlindung di gua, berkelompok, dan bahkan berperang.

Namun kebanyakan merekA yang punah ialah yang tinggal di Paparan Sunda. Sedangkan yang masih bisa bertahan hidup adalah yang hidup di pulau Flores (Homo floresiensis), dataran tinggi Papua, dan sebagian di wilayah Australia (orang Aborigin).

Kelompok manusia berkulit hitam dan berambut keriting tersebut lebih memilih tinggal di wilayah pegunungan Maoke yang saat ini terdiri dari Barisan Sudirman dan Pegunungan Jayawijaya. 

Pegunungan ini membelah Papua dari barat ke timur menjadi dua pada bagian tengah. Diduga  masih hidup orang-orang pigmi — manusia kate memiliki tinggi badan kurang dari 1,5 meter yang diduga orang Papua asli. Suku pigmi tersebut beradaptasi dan berkembang biak menjadi suku-suku Dani, Yali, Ngalum, Amungme, Nduga, Damal, Moni, Ekari/Mee, Sentani, Nimboran, Ayamaru, dan Muyu.

Teori yang berikutnya terjadi pada Zaman Es yaitu 2,4 juta tahun lalu.  Pada saat itu  suhu bumi turun manjadi paling rendah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol. Beberapa samudera membeku sehingga berbentuk es di kawasan kutub dan gletser di gunung. Tutupan es yang luas di seluruh wilayah benua Amerika Utara dan Eropa. Ketika zaman itu, pemukaan air laut sudah menjadi jauh lebih rendah daripada sekarang, karena air membeku di daerah kutub.

Berdampak juga di laut China Selatan mengalami musibah kekeringan sehingga menjadikan kepulauan Nusantara barat bersatu dengan daratan Asia Tenggara. Sementara, pulau Papua juga tergabung kembali dengan benua Australia.

Kebanyakan manusiap ada zaman tersebut tidak bisa bertahan hidup karena mati kedinginan dan membeku selama 16.000 tahun. Bahan makanan dari tumbuhn dan hewan juga banyak yang mati. Kecuali manusia yang tinggal di daerah kering dan pegunungan seperti  Flores, Papua, dan Australia. Hingga zaman es berakhir (zaman interglasial) migrasi manusia relatif tidak terjadi.

Pada periode glasial proses daratan berubah menjadi samudera, manusia modern yang disebut Homo sapiens dari Afrika melakukan migrasi secara besar-besaran ke seluruh penjuru dunia dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi sekitar 100.000 tahun lalu, kemudian gelombang kedua pada 50-70 ribu tahun beikutnya.

Profesor bidang biologi evolusi Griffith University dari Australia, David Lambert menyebut orang Papua dan Aborigin berpisah secara genom sejak 37.000 tahun lalu. Ungkapan itu disampaikannya berdasarkan hasil penelitian lengkap genom dari 83 orang Aborigin yang tersebar luas di Australia dan 25 orang Papua. Penelitian yang dilakukan Profesor Lambert bersama Willandra Lakes Elders ini juga menunjukkan bahwa orang Aborigin di Australia secara genetik sangat dekat dengan orang Papua.

Walaupun secara asal usul saudara kita orang papua berasal dari ras yang berbeda dengan orang indonesia pada umumnya. Namun kita telah disatukan oleh satu tanah air yaitu Tanah Air Indonesia. sehingga tidak ada lagi proses membeda-bedakan diantara warga satu tanah air. Indonesia cinta Papua dan sebaliknya pun semua warga indonesia cinta saudara-saudara kita dari papua.

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close