Bahaya Menghisap Rokok Elektrik

Read Time2 Minutes, 28 Seconds

Sampai saat ini penggunaan rokok elektrik terutama di kalangan anak-anak muda masih begitu populer. Salah satu penyebabnya adalah klaim rokok tanpa tembakau ini lebih sehat dibandingkan rokok konvensional. Ini karena rokok modern ini memiliki zat beracun yang lebih sedikit daripada rokok biasa yang mengandung lebih dari 7.000 zat kimia beracun. Meski demikian bukan berarti rokok dengan aroma sedap ini benar-benar aman untuk kesehatan. Nah, ketahui apa bahanyanya berikut ini untuk memperluas wawasan kesehatan Anda.

Bahaya Rokok Elektrik

Inilah bahaya dari rokok yang kerap diklaim sehat ini:

Memicu kecanduan

Rokok modern ini faktanya juga mempunyai kandungan nikotin, yang menyebkan kecanduan. Nikotin memicu keinginan berlebih untuk merokok dan bila tak menurutinya tubuh akan mengalami sensasi tidak nyaman.

Tekanan darah meningkat

Merokok sebenarnya menimbulkan bahaya yang sama, salah satunya meningkatkan tekanan darah, serta menyebabkan peningkatan produksi hormon adrenalin. Akibatnya jantung berdebar lebih cepat yang meningkatkan resiko serangan jantung.

Memicu gangguan otak

Hal ini bisa terjadi pada perokok di usia remaja awal karena bagian otak yang berguna untuk mengontrol pembuatan keputusan serta impuls, belum terbentuk secara maksimal. Akibatnya mereka bisa gegabah untuk membuat keputusan yang beresiko. Mereka yang kecanduan nikotin akan lebih mudah terjebak dalam narkoba.

Meningkatkan peluang terserang penyakit paru-paru

Menghisap rokok elektrik akan menyebabkan munculnya residu zat berbahaya, yang bercampur dengan udara. Cemaran ini bila terhirup bisa membahayakan paru-paru, termasuk bagi para perokok pasif. Bahan-bahan berbahaya dari rokok modern ini adalah diacetyl dan benzene yang ditemukan pada asap kendaraan serta logam berat.

Memperbesar kemauan merokok

Rokok yang sering diklaim sebagai metode sehat berhenti merokok, faktanya justru memperbesar keinginan untuk merokok tembakau. Ini umumnya terjadi pada mereka yang belum mempunyai pengalaman dengan rokok tradisional. Rasa penasaran umumnya menjadi pemicu untuk mencoba rokok konvensional.

Berbahaya untuk ibu hamil

Para wanita hamil seharusnya bebas dari resiko menjadi perokok pasif akibat menghisap nikotin dari sumber mana pun. Bila terus-menerus terpapar asap berbahaya ini resiko bagi janin akan meningkat, misalnya terjadinya kelahiran prematur atau kurang bulan, berat badan bayi tidak sesuai standar,dan gangguan kesehatan lainnya.

Menyebabkan sakit mata

Asap yang dikeluarkan dari rokok “sehat” ini memicu munculnya zat volatile organic compound (VOC). Zat tersebut dapat mengiritasi mata, hidung, serta tenggorokan pada kadar tertentu. Pada paparan yang lebih berat, VOC dapat memicu mual, pusing, hingga pada jangka panjang menyebabkan kerusakan sistem saraf, ginjal, dan hati.

Berisiko memicu kanker

Hal ini bisa terjadi bila cairan yang terdapat dalam rokok elektrik menjadi terlalu panas. Kondisi tersebut akan memunculkan formaldehyde, yaitu suatu zat berbahaya. Formaldehyde diketahui dapat memicu timbulnya sel abnormal yang menyebabkan tumbuhnya kanker dalam tubuh.

Bisa menyebabkan ledakan

Di beberapa tempat ada beberapa laporan tentang kasus ledakan pada rokok elektrik saat digunakan. Tentu saja hal ini menyebabkan cedera yang cukup serius, biasanya luka bakar di bagian wajah dan kepala. Penyebab ledakan umumnya adalah penggunaan baterei yang kurang tepat atau kerusakan baterei rokok.

Nah bagaimana? Mengetahui 10 bahaya rokok elektrik seharusnya dapat menghentikan Anda dari niat untuk mencoba. Atau bagi yang sudah telanjur menjadi kebiasaan, ulasan di atas seharusnya dapat menjadi pertimbangan untuk berhenti merokok.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close