Kisaran merupakan nama sebuah kota yang memiliki dua kecamatan yaitu: Kecamatan Kisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur. Kisaran sendiri murapakan ibukota dari Kabupaten Asahan, yang berada di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki jarak ± 160 Km dari Kota Medan. Kisaran secara geografis dilintasi oleh Jalan Lintas Sumatera dan juga terletak di jalur Kereta Api yang melintasi Hingga Tanjung balai dan Rantau Parapat.

Sejarah Kota Kisaran Naga

Kota Kisaran sendiri ditetapkan menjadi ibu kota administratif kabupaten Asahan di tanggal 20 Mei 1968, Hal ini dikarenakan posisi Kisaran agar lebih strategis ditetapkan melalui PP Nomor 19 1980 yang menyatakan Ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari sebelumnya Kota Tanjung Balai pindah ke Kota Kisaran. Status Kisaran yang saat sebelumnya berstatus kota administratif, sehingga kemudian statusnya dihapuskan menjadi daerah kecamatan biasa pada 2003 hal ini disebabkan tidak memenuhi beberapa persyaratan untuk peningkatan agar bisa menjadi daerah otonom.

Asal Usul Nama Kisaran Naga

Menurut sebuah kisah yang sudah ada dan diceritakan turun-temurun, pada waktu sekitar abad ke XVII, bukit Katerina merupakan tempat pertempuran antara panglima perang kerajaan dari Cina dengan Kerajaan Maria Pane ke tujuh dari daerah Buntu Pane Asahan, Raja yang berperang bernama Datuk Daurung.

Selanjutnya setelah bertarung mengadu kesaktian, dari antara mereka tidak ada yang kalah maupun yang menang, maka masing-masing dari mereka mengeluarkan aji pamungkas, yaitu Panglima dari cina menjelma menajdi seekor ular naga dan Raja Daurung menjelma menjadi ikan dundung.

Keduanya raja lalu keudian terjun ke sungai Silau. Mereka bertempur dengan sangat luar biasa mengandalkan kesaktian mereka masing-masing. Akhirnya, ular naga jelmaan dari Panglima Perang dari Cina dapat bisa dikalahkan, panglima tersebut tertusuk sanai atau patil dari ikan dundung yang merupakan jelmaan dari raja Datuk Daurung.

Naga jelmaan itu lantas meraung-raung karena menahan sakit dan menggelepar, yang pada akhirnya terkulai lemas hanyut dan terkapar sapai di hilir sungai Silau.

Ratusan tahun kemudian, diceritakan secara turun temurun diceritakan dan sudah menjadi seperti legenda yang beredar di masyarakat, ular naga yang merupakan jelmaan Panglima Perang Cina tersebut siuman. Kejadian tersebut Diiringi hujan yang lebat juga petir yang menggelegar sehingga menyebabkan banjir besar. Kemudian ular naga jelmaan tersebut berkisar-kisar atau berenang-renang dan kemudian menghanyutkan diri menyusuri Sungai Silau sampai ke sungai Asahan yang berada di kota Tanjung Balai.

Selanjutnya naga tersebut menuju ke Selat Malaka. Perkampungan yang merupakan kawasan tempat naga jelmaan tersebut berkisar atau berenang tersebut akhirnya dinamakan dengan nama Kampung Kisaran Naga. Dan sekarang telah menjadi nama sebuah Kelurahan Kisaran Naga dan juga yang berada di dekitaran sungai Silau dinamakan dengan nama Kota Kisaran.

Salam.

Tinggalkan Balasan