Bila kamu adalah bermarga Sirait haruslah kamu mengetahui sejarah Marga Sirait. Sebab tidak sedikit orang marga Sirait yang lupa akan asal usul sejarah marga Sirait. Sebagai orang tua sudah sepatutnya mengajarkan sejarah marga Sirait kepada anak-anaknya, dan anak harus lebih aktif dalam memahami asal mula marga Sirait, supaya tidak lupa akan sejarah marga Sirait.

Baca Juga : Cemilan Nikmat Khas Batak yang Kamu Harus Tahu

Karena sekarang ini sudah banyak muda-mudi yang tidak mengetahui kepada marga apa saja yang tidak boleh menikah dengan marga Sirait. Semakin berkembangnya jaman, orang semakin lupa akan marganya.

Sirait merupakan anak dari Raja Mangatur dan juga cucu dari Raja Mangarerak alias Sirasaon, serta cicit dari Sorimangaraja. Sirait merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yaitu Sitorus, Sirait dan Butarbutar.

Ketiga marga tersebut bersama Manurung dikenal dengan nama klan Narasaon (Istri kedua Sorimangaraja). Selanjutnya Sirait menikah dengan putri Limbong. Setelah menikah Sirait memiliki tiga orang putra yaitu Siahaan, Siagian dan Nalomloman. Kemudian Sirait bertempat tinggal di Sibisa Kecil. Lumbanjulu, Kab. Toba Samosir. Dari Sibisa keturunan Sirait kemudian menyebar ke berbagai penjuru yaitu Ajibata, Lumbanlobu, Dolo, Sibadihon,Siraituruk, Hutanamora, Marom, dll.

Baca Juga :

Ada Versi lain menyebut bahwa Sirait tersebut merupakan nama diri bukan marga dan merupakan asal keturunan dari marga Tamba dari klan Parna. Mereka merupakan eksodus dari Bius Tambah yang terletak di seberang pantai barat Samosir bertujuan mencari pemukiman baru dan akhirnya sampai dan menempati pantai selatan Samosir di Bius Sirait. Namun kemudian mereka terdesak hingga melarikan diri menuju daerah Ajibata.

Mereka saat itu kemudian diterima oleh Ompu Raja Sirait yang juga merupakan Raja penguasa daerah Lumban Siahaan Sibisa. Ompu Raja kemudian mengakuinya sebagai saudaranya dan mengizinkan mereka untuk menempati daerah Ajibata. 

Semoga artikelnya bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Horas !!

Tinggalkan Balasan